“I am SO SAD going into my local record store & it is almost EMPTY of product. This place has helped me grow AS A PERSON. These places will be gone soon, and there will be a whole generation soon who will never know the joy of shopping for new music, to talk to knowledgeable staff who will turn them onto new tunes they would never have herd otherwise, to see the flyers for shows in the window, to go there with a girl/boy friend they just started dating & buy then a record that will become THEIR RECORD. These things are disappearing & WON’T be replaced. The record store is also a social place- ya bump into yer friends & shoot the shit & then go get a bite or drink. Gone, gone, gone. Facebook or iTunes or Twitter whatever else is next will NEVER be as cool as a good record store. NEVER EVER EVER. A shame they are dying.”
Randy Blythe ( @lambvox ) - Lamb Of God, vocalist. Quotes used with permission.
Toko kaset itu ibarat benalu, gak bakalan ada kalo gak ada pusat perbelanjaan.
Dan memang begitulah toko kaset di Sidoarjo. Selalu memakai lahan kecil, atau toko yang tempatnya paling pojok, atau bahkan di tempat yang jarang banget dijangkau sama consumer. Dan untunglah dengan adanya mall-mall baru yang tumbuh di sidoarjo, toko kaset juga menunjukkan eksistensinya terutama pada awal tahun 2000-an.
Dan percaya atau tidak, malah internet sendiri yang menjadi obat penumbuh benalu tersebut. Semenjak internet mulai gencar-gencarnya,toko kaset seolah-olah kehilangan pamornya dan lama-kelamaan *POOOF! Ilang gitu aja. Dan untungnya saya pernah beli kaset (walaupun kaset pita) dan untungnya lagi CD terbaru BRNDLS kebeli juga.
Iswin Raka, Mahasiswa, ( rakarecreate.tumblr.com )
“Saya tumbuh di kecamatan kecil di Kabupaten Garut. Sebuah toko jam di pasar tradisional yang juga menjual kaset menjadi pemasok karya musik untuk saya. Sekitar 7 tahun setelah terakhir kali saya membeli kaset disana (saat ini), saya tetap berharap kaset masih menjadi komoditas yang memiliki pembeli disana”
NB: berikut saya sertakan lirik lagu yang paling saya gandrungi di album BRNDLS:DGNR8
Rheza Ardiansyah - Mahasiswa, Bogor ( http://hore-punya-blog.blogspot.com/ )
Gue adalah salah satu dari sedikit orang yang ketemu jodoh di toko kaset. Tepatnya pada bulan Agustus 2002. Ceritanya waktu itu gue nyari kaset The Strokes album pertama di Aquarius Mahakam dan karena males ngubek rak gue tanya aja sama mas yang jaga. Eh, taunya ada cewe manis yang juga nanya kaset yang sama. Ya udah kita kenalan. Dan entah kebetulan kita suka band2 yang sama kayak The Strokes, The Hives, Jimmy Eat World, dll. Sampai akhirnya kita pacaran dan awal tahun ini kita akhirnya nikah :). Sampe sekarang kalau lewat Aquarius, kita suka senyum2 gak jelas sendiri..hehehe
Doni, IT Consultant, Bogor
Photo with 6 notes
“Gue punya banyak pengalaman absurd di toko kaset. Mulai dari nemu CD Split Extreme Noise Terror dan Chaos UK di rak Jazz di Disc Tarra PIM. Pernah juga ngembat kaset dua kali di Duta Suara, sekali sukses, sekali ketangkep dan hampir diseret ke polisi (jangan ditiru ya..hihihi). Toko kaset dan CD bisa dibilang jadi setting utama masa-masa SMA dan kuliah gue dimana gue nyaris seminggu sekali datang ke Aquarius, DUta Suara, dan Disc Tara cuma buat liat kaset atau CD yang koleksinya sering tidak terduga. Bahkan toko se-generik Disc Tarra di tahun 90an masih sering menjual CD2 bootleg aneh dan kompilasi-kompilasi keren yang sekarang sudah susah dicari di toko musik kebanyakan. Dulu sering gue beli kaset atau CD secara random cuma berdasarkan sampul kaset yang keren tanpa tau banddnya. Seringkali musiknya emang keren tapi sering juga butut, tapi justru disitu excitementnya of finding new music, without suggestions from friends or HAI Magazine (jaman gue, majalah musik lokal baru ada HAI doang). Jujur, gue prihatin toko CD banyak yang tutup dan koleksi toko musik kian “generik” dan “aman”, karena mental tukang fakir dowload dari “musik fans” yang bikin toko makin males jualan musik secara fisik. Karena itu gue dukung 100 persen kampanye ini! Buat yang suka minta-minta link donwload, malu dong bisa beli pulsa sama rokok masa buat beli CD aja ngemis. Ngehe lo semua. Gue lebih respek lo nyolong di toko sekalian daripada jadi tukang ngemis2 link 4shared. Cih.”
Randhi, Pegawai Humas, Jakarta
“Mobilitas yang kecil berpengaruh juga terhadap perkembangan ekonomi dan tentunya industri musik di kota saya berasal. Pertemuan dengan toko ini dimulai ketika saya masih kelas 3 SMP, saat itu saya mencoba mencari kaset JET. Dan yang tersedia hanya kaset pita, Mungkin koleksi kasetnya tidak selengkap dan sebanyak jika berkunjung di daerah lain apalagi seperti ibukota Jakarta. walaupun begitu saya senang dan lambat laun referensi saya mulai bertambah dari musisi rock n roll dunia sampai tanah air termasuk jalur indie. Sama halnya dengan nyala semangat saya yang tak pernah padam, Rock N Roll never die!!!”
Eko Pebryanjaya, Mahasiswa, Bengkulu.
Photo with 1 note
“Record store ! Yeah, salah satu tempat favorit buat gue, berlama lama di sana untuk milih CD apa yg mau di beli itu sudah sering, hahaha. Padahal dari rumah udah niat buat beli CD artis A, pas sampe sana, eaaaaaaa ! haha, sambil liat liat, ngebahas band band dan artis artis yang ada di Display sama temen/ gebetan . Record store favorit gue kayanya dimanapun haha, dimana ada toko jual kaset atau CD/ vinyl atau apalah itu pasti gue masukin, buat sekedar liat liat atau mungkin tau tau ada CD yang aneh aneh bisa aja gue beli haha. Sedikit pengalaman gue di record store dulu jaman gue SD, gue beli kaset NIRVANA In Utero, abang gue Yanu (bassist The Porno) beli pure Saturday album pertama, sama Rumah Sakit album pertama, dari situ gue mulai terhasut untuk jadi anak “indies” hahaha dan akhirnya bikin band sama doi sampe sekarang. Masuk SMA tepatnya kelas 2 SMA gue beli kaset The Brandals album pertama, salah satu album bersejarah buat gue juga tuh album, Anjing lah, hampir tiap hari gue setel, dateng ke Bbs menteng nonton launchingnya, berasa hidup kembali ! Setelah bosan dgn acara musik dgn line up band yg jumlahnya sampe 20an, sampe kemarin gue beli album BRNDLS DGNR8 di Aksara, esensi nya ga pernah berubah.Anjing ! Great record !”
PANDUFUZZTONI – Gitaris The Porno & Morfem. Add. Bassist The Upstairs, Mahasiwa
“Aksara Kemang adalah toko buku + musik yang selalu gue datengin kalo mau beli CD-CD lokal. Pengalaman seru yang di dapat di Aksara Kemang banyak banget, mulai dari lagi milih-milih CD terus mati lampu, direkomendasikan CD sama penjaga-nya, ngejar-ngejar personil band buat tanda tangan di CD-nya, sampai beli CD nggak ada CD-nya jadi cuma dapet slevees-nya doang hahahaha. Tapi sayang banget sekarang Aksara Kemang bagian CD-CD lokalnya udah nggak ada, memang diganti sama Monka Magic, cuma di Monka Magic porsi untuk CD lokalnya sedikit, nggak sebanding sama Aksara dulu, tapi nggak apa-apa sih yang penting masih ada space buat CD lokalnya, album DGNR8 ini juga dapat di Monka Magic, pokoknya: long live record store!’
raraspraw – Pelajar, Jakarta Selatan.
“Mari kami masuk dalam mesin waktu set timing 1980-an dimana Aquarius Mahakam dan Duta Suara sabang jadi tempat dimana sewaktu masih Sekolah Dasar dengan Tabanas, hasilnya saya kontribusikan untuk dua toko diatas, dimana waktu itu tempat kaset masih dalam plastik dengan harga Rp 3000 saja atau sudah 5000. Tapi yang pasti dua tempat itu tempat saya menghabiskan waktu paling tidak seminggu sekali mampir, sepulang les bahasa inggris ILP saya ingat ke DutaSuara membeli kaset Jimi Hendrix pertama saya yang ada kesalahan dengan pita-nya dan di tukar. OK, waktu berlalu beranjak SMA Compact Disc jadi alternatif tapi tetap saja band-band yang saya cari belum ada (kaset masih tetap dikonsumsi), satu-satunya titip teman atau kalo kebetulan pergi ke luar atau waktu saya studi di luar, Sam Goody’s wajib didatangi setiap kali ke mall di Amerika atau Tower Records HMV dll. Sepulang dari sana sayang kenafsuan mencari lagu sudah tidak seseru jaman itu walau sudah ada wadah yang tepat yaitu Aksara. Tetep aja disitu saya juga masih mendapatan CD yang blum dpt dan piringan hitam, belum lagi mencari ‘harta karun’ di jalan Surabaya, setelah akhirnya saya memutuskan untuk koleksi piringan hitam. Dari situ merambah lebih ke fase ‘adiktif’, yang punya kios pun saya hampiri rumahnya untuk dapetin plat-plat sebelum di lepas di hutan belantara atau nunggu bubuaran plat-plat diskotik atau radio. Inti dari semua ini mungkin saya orang yang jarang bahkan tidak pernah download lagu dari rapid sharing atau blog-blog yang disediakan di dunia maya, saya lebih senang mencari dan menerima apa yang masuk, dari situ mungkin malah kita sendiri yang buat blog untuk para donloters-donloters.”
Borok - Jurnalis gaptek
Photo with 4 notes
“Aksara Kemang jadi salah satu tempat memorable dan favorite gw. Hampir semua cd langka gw dapetin di situ. Semua album The Brandals gw dapetin di situ. Gw selalu bawa orang-orang terdekat gw ke Aksara, karena di situ gw bisa memenuhi kebutuhan gw akan musik yang sebagian besar langka. Musik adalah setengah sayap gw, tanpa musik gw ga bisa terbang.”
Dita - Mahasiswi, Jakarta Barat
Page 1 of 2